Pandeglang, Radar Kriminal -Pembagian Bansos di Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berjalan cukup lancar p...
Pandeglang, Radar Kriminal-Pembagian Bansos di Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten berjalan cukup lancar pembagian Bansos Untuk Warga terdampak Covit 19 yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia di Kantor Desa Cigondang namun pembagian bantuan tersebut tak selancar pembagian pada KPM yang di lakukan oleh PT Pos Indonesia .
Pembagian bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Sosial yang dilakukan PT Pos di Kantor Desa Cigondang , yang seharusnya dirasakan utuh oleh keluarga, penerima manfaat, sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) namun setelah datang ke rumah masing masing warga kembali diduga dipungut oleh oknum RT Desa setempat.
Sebut saja Nh (23) warga Kp.Karangsari Desa Cigondang Kecamatan Labuan mengeluh bantuan dari pemerintah Di duga kembali dipinta oleh oknum Rt setempat, sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) dalam kondisi seperti ini uang Rp.100.000,- cukup berarti. Dan lagi kami tahu dari informasi di media masa himbauan Pemerintah dan Kapolri untuk bantuan terdampak Covid 19 tidak boleh ada pungutan, Nh sangat aneh kenapa di desa nya harus di pinta kembali oleh RT.
"kalau di desa kami mah, tidak utuh di terima, Rp. 600.000,- utuh itu hanya saat dibagikan dari PT POS saat di Kantor Desa , saat sudah sampai kerumah, kami harus kembali menyerahkan uang dari bantuan tersebut kepada oknum Ketua RT," Terangnya Nh, Selasa (2/6/20).
Masih di katakan Nh, bercerita kondisi di kampungnya, tidak hanya dirinya yang harus kembali memberikan uang bantuan tersebut,
"Yang di pungut kembali di sini tidak hanya saya warga penerima manfaat yang lain pun sama harus menyetor Rp.100.000,- dari bantuan tersebut. Saat kondisi Pandemi-Covid-19 seperti sekarang uang seratus ribu sangat berarti pak, mau bilang keberatan juga gimana, saya takut di tegur, karna tidak sama dengan yang lain," tuturnya.
Di hubungi terpisah melalui sambungan telepon seluler, Ketua RT setempat di desa Cigondang membantah atas keluhan warga adanya pungli Bansos Covid-19 di wilayahnya sebut saja RT berinisial Nn mengatakan pada media.
"Kalo kami memungut harus berkeliling ke warga yang menerima saya tidak melakukan itu karena yang saya tahu itu pungli, kalo warga yang datang ke rumah saya. Memberikan uang tersebut saya tidak membantahnya dan nominalnya pun tidak semua rata Rp.100.000,- Bilangnya warga, uang tersebut hanya sebagai ucapan terima kasih pada kami karena kami, telah membantu mengusulkan bantuan hingga terealisasi," tandasnya. (Agus).

COMMENTS