Pandeglang, Radar Kriminal -Buntut dari pembukaan dan penutupan destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu serta statemen...
Pandeglang, Radar Kriminal -Buntut dari pembukaan dan penutupan destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang beberapa waktu lalu serta statement menyedihkan yang disudutkan kepada pelaku wisata (bayar penyembuhan covid-19 dilakukan secara mandiri) kali ini desakan mosi tidak percaya terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang muncul dari beberapa pelaku, penggiat dan pengusaha Pariwisata di Kabupaten Pandeglang bericon Badak Cula Satu, Senin (01/05/2020).
A. Franky, selaku Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) menyampaikan bahwa mosi tidak percaya terhadap Dispar Kabupaten Pandeglang diajukan kepada Bupati Pandeglang, hal ini dilakukan atas kurang bagusnya penilaian kita terhadap kinerja lembaga daerah tersebut," ungkapnya saat menjawab pertanyaan para Wartawan di Carita.
"Selain mengenai kinerja yang dirasa tidak maximal dan kurang tegas, hal yang paling menyedihkan adalah kurangnya sinergitas antara pelaku dan penggiat pariwisata Carita dengan pemerintah setempat, hal ini Dispar Kabupaten Pandeglang.
Kita meminta adanya skala prioritas mulai dari landmark, trotoar, penerangan, mobil sampah, pelatihan SDM wisata serta tata kelola wisata yang transparan dan mumpuni, dan sangat di sayangkan, hilangnya Kabupaten Pandeglang sebagai prioritas Pariwisata secara Nasional dan kurangnya sinerjitas dengan pelaku dan penggiat Wisata Carita, itu bagi kami adalah kemunduran yang mesti di evaluasi, maka kami meminta Bupati segera melakukan resufle birokrasi terhadap Dinas Pariwisata," ungkapnya.
Ditempat yang berbeda, Ketua Paguyuban Pengusaha Wisata Terbuka Pandeglang, H. Dedi Saeful menyampaikan bahwa pihaknya mendukung upaya rekan-rekan sebagai para pelaku Pariwisata tersebut sebagai langkah strategis dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat sebagai masyarakat yang peduli terhadap pembangunan pariwisata di Kabupaten Pandeglang.
"kami mendukung dan kami sepakat dengan upaya rekan-rekan pelaku dan komunitas peduli pariwisata yang akan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Dispar kepada Bupati, hal itu sangat baik untuk pembangunan sektor pariwisata dan sebagai pengingat bahwa masyarakat berhak menyampaikan pendapatnya.
saat ditanya apakah mosi tidak percaya tersebut akibat dampak penutupan Destinasi Wisata..?? H.Dedi menyampaikan bahwa kita sebagai masyarakat bisa menilai sejauh mana manfaat dan kinerja Dispar selama ini, terkait keputusan yang plinplan terhadap pembukaan dan penutupan Objek Wisata itu adalah puncaknya," ungkapnya. *(Agus).

COMMENTS