Pandeglang, Radar Kriminal- Mudahnya mendapatkan keuntungan dengan cepat dari penjualan gas elpiji ukuran 3 kilogram, Barang bersubsidi yg d...
Pandeglang, Radar Kriminal-Mudahnya mendapatkan keuntungan dengan cepat dari penjualan gas elpiji ukuran 3 kilogram, Barang bersubsidi yg di peruntukan untuk Masarakat miskin kini banyak bermunculan para pengecer keliling yang biasa disebut Canvasser mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat ditambah lagi dengan munculnya Pangkalan Elpiji 3 Kg bayangan diduga tak berijin tanpa mengindahkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor : 542/Kep.798.Huk.2014 yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.15.700,- per tabung.
Maman Salah satu Canvasser elpiji 3 kg, pemilik warung di depan Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi di Kp. Kaduparasi Desa Margasana Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang kepada Media mengatakan bahwa dirinya mengaku sebagai pengecer elpiji 3 kg di warungnya juga membenarkan memiliki tabung elpiji yang cukup banyak.
"Saya pemilik warung eceran, selain menjual rokok dan makanan juga menjual gas elpiji 3 kg termasuk melayani kanvas ke warung-warung pengecer juga dengan harga Rp.21.000,- per tabung," ungkapnya Maman ke awak media sewaktu mengirim elpiji 3 kg ke warung Dede Maulana di daerah Kecamatan Saketi, Rabu (17/6/20).
Menurutnya, elpiji 3 kg yang diperolehnya berasal dari sekitar wilayah kota Pandeglang dengan harga pertabungnya Rp.18.000,- .
" Saya dapat harga Elpiji 3 kg dengan harga Rp.18.000,- pertabungnya dan dijual dengan harga Rp 21.000,- yah lumayan pak, ada keuntungan sedikit daripada nganggur," imbuhnya, namun saat ditanya tentang nama pangkalan miliknya apa, buru-buru pergi tanpa permisi.
Dikonfirmasi sebelumnya, Maman (50) mengatakan bahwa saya mendapatkan gas elpiji 3 kg itu dari teman di beberapa pangkalan dan warung-warung.
" Walaupun gas elpiji 3 kg punya saya ratusan tabung tetapi saya beli dari teman-teman pangkalan dan juga warung- warung. Saya beli ada yang 15 tabung, 10 tabung bahkan ada juga 5 tabung terkadang saya beli dengan harga Rp.21.000,- bahkan Rp.22.000,-," terangnya.
Adalah H Robi, yang mengaku pembeli tabung elpiji 3 kg adalah pengecer dari Desa Surianeun Kecamatan Patia.
"Saya beli elpiji 3 kg di warung ini sebanyak 40 tabung dengan harga Rp.24.000,- per tabung dan kalau saya jual di warung seharga Rp.26.000,- pertabungnya," papar H Robi warga Kp.Surianeun Desa Surianeun Kecamatan Patia.
Kalau mengandalkan, lanjut H Robi, kiriman dari pangkalan resmi yang canvas ke warung saya, yah paling di jatah 3 hingga 5 tabung sekali kirim, "imbuhnya.
" Saya sering beli ke warung pak Maman di Tarogong ini, yah sekalian beli BBM ke SPBU Labuan buat ngecer di warung lumayan aza pak, " tutupnya H. Robi. *(Agus/Tim).

COMMENTS