Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)Radarkriminal.com " Kami bangga memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang banyak merealisasikan progr...
Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)Radarkriminal.com
" Kami bangga memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang banyak merealisasikan program program untuk mensejaterahkan rakyatnya sampai ke pelosok pelosok " Ujar salah seorang warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengawali perbincangannya dengan Tim investigasi Jurnalis, Rabu (12/08/2020).
" Seperti di Kabupaten PALI, banyak sudah program pusat yang sudah sampai ke Kabupaten PALI " Jelasnya.
" Namun harus kita akui juga, dalam hal ini Program Pemerintah Pusat yang sampai ke daerah banyak disinyalir tidak tepat sasaran, disimpangkan oknum oknum didaerah, sehingga hasilnya tidak sesuai harapan Pemerintah Pusat " Ungkap warga yang minta namanya dirahasiakan ini.
Dijelaskannya, salah satu contoh yakni pada tahun 2019 yang lalu, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Pengabuan Kecamatan Abab ada program Pemerintah Pusat yaitu program opla cetak sawah.
" Program Pemerintah Pusat ini sangat luar biasa bagusnya, mengingat di Desa Pengabuan Kecamatan Abab memang ada hamparan luas areal persawahan yang sangat membutuhkan perhatian Pemerintah Pusat, agar warga desa Pengabuan yang bermata pencaharian bertani persawahan bisa merobah nasib menjadi sejatera setelah penghasilan persawahan yang melimpah " Tuturnya.
Lanjutnya, dari informasi yang didapat, bahwa program Pemerintah Pusat untuk opla cetak sawah di Desa Pengabuan tahun 2019 ini terealisasi seluas 1800 hektar, dengan mendapat bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 4 Juta perhektarnya, yang diperuntukan agar sawah masyarakat lebih produktif.
" Baiklah, kita anggap saja kalau dana bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 4 Juta perhektar tersebut benar benar digunakan untuk memperbaiki sawah masyarakat agar lebih menghasilkan " Katanya.
" Namun yang kami curiga, bahwa luas lahan opla persawahan yang dimaksud tidak mencapai 1800 Hektar, Saya sendiri warga Desa Pengabuan bisa menyakini bahwa luas lahan persawahan tersebut tidak mencapai 1800 hektar, yang menerima program Pemerintah Pusat di Desa Pengabuan pada tahun 2019 itu, hanya berkisar 1000 hektar saja " Ungkapnya.
" Berarti ada sekitar 800 hektar opla sawah yang diduga fiktip " Tambahnya.
Bahkan dirinya menantang untuk menurunkan tim untuk mengecek dan mengukur langsung lokasi opla persawahan di desa Pengabuan tersebut.
" Ayo bersama saya, kita turunkan tim, kita ukur bersama jumlah luas opla persawahan di desa Pengabuan yang menerima bantuan Pemerintah Pusat tahun 2019, berapa jumlah pastinya " Tegasnya.
" Saya Pastikan tidak mencapai 1800 hektar, sebagaimana yang sudah direalisasikan oleh Pemerintah Pusat " Bebernya.
Dijelaskannya, bahwa program Pemerintah Pusat opla cetak sawah di desa Pengabuan tahun 2019 ini terealisasi seluas 1800 hektar, untuk tiap hektarnya mendapat bantuan sebesar Rp 4 Juta. Berarti dana Pemerintah Pusat yang mengucur adalah 1800 hektar x Rp 4.000.000,- Totalnya Rp 7.200.000.000,-.
Artinya, sambungnya, kalau cuma ada sekitar 1000 hektar berarti dana yang digunakan cuma sebesar Rp 4 Miliar, lantas dikemanakan dana sisa sebesar Rp 3,2 Miliar itu.
" Kami menduga ada merugikan negara pada program opla cetak sawah di Desa Pengabuan tahun 2019 ini " Tukasnya.
" Untuk ini kami minta Pemerintah Pusat dan pihak pihak yang berwenang segera turunkan tim untuk melakukan pengukuran ulang, jangan sampai program dari Pemerintah Pusat ini dicurangi oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperkaya diri sendiri terutama oknum oknum didaerah " Harapnya.
Sementara itu terkait masalah ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan Horizon ketika dikonfirmasi melalui telpon WA mengatakan bahwa dirinya hanya akan meluruskan tentang apa yang disampaikan masyarakat. Silahkan Tanyakan dengan penyuluh dan kelompok kejelasannya. Dikatakannya bahwa dia menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI pada bulan September (9) tahun 2019 lalu.
" Saya cuma ingin meluruskan untuk lebih jelas silahkan tanya dengan penyuluh, tanya dengan kelompok. Namun saya menjabat sebagai Kepala Dinas pada bulan September (9) 2019 lalu, dan program tersebut sudah berjalan " Ucapnya, Kamis (13/08/2020).
Diakuinya bahwa program opla cetak sawah Kabupaten PALI 2019, memang ada sekitar 1000 hektar didesa Pengabuan sedangkan sisanya tersebar dimana mana seperti di Desa Muara Sungai, di Desa Sedupi, dan lain lain disitu ada titik koordinatnya.
" Ada sekitar 1000 hektar opla cetak sawah di Desa Pengabuan, sedangkan sisanya tersebar dimana mana seperti di Desa Muara Sungai, Desa Sedupi, dan lain lain, disitu ada titik koordinatnya " Terang Horizon.(TIM)

COMMENTS