Bengkalis, Radarkriminal.com | Aksi heroik Hangtuah memanjat tiang bendera di halaman kantor Bupati Bengkalis, jelang upacara penurunan ben...
Bengkalis, Radarkriminal.com | Aksi heroik Hangtuah memanjat tiang bendera di halaman kantor Bupati Bengkalis, jelang upacara penurunan bendara merah putih di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, mengundang rasa kagum dari banyak kalangan.
Tak terkecuali, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis H. Bustami HY, Selasa siang, (18/08/2020) menjemput tenaga peliput Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik ini ke rumah dinas beliau. Selain bangga dan salut atas kenekatan dan keberanian, Plh Bupati ingin mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Hangtuah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan terima kasih atas keberanian saudara Hangtuah. Untuk itu kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya, karena saudara Hangtuah telah menyelamatkan lambang negara,” ucap Bustami.
Pada saat peristiwa heroik Hangtuah, jelang upacara penurunan bendera Senin sore kemarin, Plh Bupati Bengkalis Bustami ikut menyaksikan. Hanya saja tidak bisa menyaksikan sampai selesai, karena dalam waktu bersamaan harus mengikuti upacara detik-detik penurunan bendera tingkat nasional secara virtual di lantai 4 Kantor Bupati Bengkalis.
Bahkan selesai mengikuti upacara secara virtual, Bustami bergegas ingin menemui Hangtuah. Namun waktu itu, upacara di halaman Kantor Bupati sudah selesai, dan orang yang dicari sudah tidak ada.
Dari itu, Bustami memutuskan untuk menggelar pertemuan khusus dengan Hangtuah di rumah dinasnya, Jalan Bathin Alam, Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.
Pada pertemuan penuh kekeluargaan itu, turut dihadir Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bengkalis, Anharizal, Kepala Bagian Umum Setda Bengkalis Fakhrurozi, Sekretaris Dinas Kominfotik Adi Sutrisno dan Kasi pada Bidang SDKI Diskominfotik Darmawanto.
Diungkapkan Bustami, diantara lambang negara Indonesia, selain bendera merah putih, ialah garuda dan kepala negara. Terhadap lambang negara ini, seluruh elemen negeri punyak tanggungjawab untuk menjaganya. Seperti halnya pada Senin sore 17 Agustus 2020, Hangtuah telah menyelamatkan lambang negara.
Kenekatan dan keberanian yang ditunjukan Hangtuah, di tengah kepanikan panitia, personil Paskibra dan peserta upacara saat tali bendera berada di bawah, merupakan “pahlawan” zaman milineal. Bila ditarik ke belakang pada saat perang zaman penjajah, Bustami yakin dan percaya Hangtuah akan berjuang sekuat tenaga untuk menumpas penjajah.
Dari pengalaman Bustami, selama mengikuti upacara peringatan Dirgahayu RI, peristiwa Senin sore kemarin, bukan kejadian pertama. Namun sebelumnya, pada awal tahun 1990-an, ketika Bupati Bengkalis dinakhodari Johan Syarifudin, pernah terjadi tali bendera lepas.
“Peristiwa pada sore kemarin, hendaknya menjadi pelajaran dan iktibar bagi panitia penyelenggara, untuk mematangkan persiapan. Memeriksa seluruh pendukung upacara, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ungkap Bustami.
Lanjutnya lagii, atas perhatian dan keikhlasan Hangtuah menyelamatkan lambang negara, semoga bernilai pahala dan dibalas di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu Hangtuah, mengaku terharu atas perhatian dan dukungan seluruh pihak atas kenekatannya memanjat tiang bendera. Dia tak menyangka aksi nekat itu bakal menjadi viral.
Menurutnya, apa yang dilakukan semata tulus, agar momentum upacara penurunan bendera di HUT RI Ke-75 berjalan lancar dan sukses. Saat melihat kejadian sore kemarin, dirinya spontan langsung ingin mengatasi masalah. Apalagi, waktu pelaksanaan upacara hanya tinggal sepuluh menit. Tanpa pikir panjang, dan resiko yang dihadapi, dia memutuskan untuk memanjat tiang bendera.***(Ril / Rk)


COMMENTS