Radarkriminal.com | Bengkalis - Indikasi Tindak Pidana Korupsi maupun Penyalahguna kekuasaan (Abuse of power) dan jabatan oleh oknum di lin...
Radarkriminal.com | Bengkalis - Indikasi Tindak Pidana Korupsi maupun Penyalahguna kekuasaan (Abuse of power) dan jabatan oleh oknum di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis sepertinya menjadi topik hangat yang terus bergulir. Hampir dari semua lini instrumen pemerintahan terendus adanya dugaan perbuatan penyelewengan kucuran APBD melalui pemanfaatan kegiatan.
Salah satu diantara modusnya yang paling signifikan itu dapat dilihat dari sektor kegiatan pengadaan barang dan jasa. Tidak bisa dipungkiri, ibarat lagu lama yang masih saja booming, selain melodinya yang asik di dengar pelantun maupun penggiringnya juga menjadi spesial idola.
"Perumpamaan ini diartikan sebagai visual bahwa begitulah kira-kira jika sesuatu yang menyenangkan itu akan selalu ditekuni," kata mantan Ketua Asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bengkalis Suhaimi, SH kepada awak media pada Senin (7/12/2020).
Menurut Suhaimi, selama ini ada yang sumbang, dan tidak ada salahnya untuk ditinjau kembali sebagai bentuk evaluasi dari sisi kompetensi kepatutan.
Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis khususnya, satuan kerja pemerintah daerah yang satu ini tak lazim dan sangat mencolok dalam kegitan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah yang mestinya secara teknis bukan merupakan subtansinya.
"Kalau boleh jujur prioritasnya diduga kuat bermuatan pada kepentingan tertentu," ucaptnya.
Terhitung tidak hanya pada batasan saat ini saja, lanjut Suhaimi, tapi memang sudah merupakan tradisi.
"Ini jelas secara politis kebijakannya bersayap mengarah pada kepentingan mengawal pundi-pundi penguasa," beber Suhaimi.
Apalagi baru-baru ini seperti yang kita ketahui bersama, pihak Kejaksaan melalui Kejati Riau dan Kejari Bengkalis terlihat aktif melakukan penyelidikan di beberapa instansi Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Yang disinyalir adanya dugaan perbuatan melawan hukum. Sepertinya itu bagian dari petunjuk, bahwa selama ini banyak terjadi ketidak beresan. Kita respek kata Suhaimi dan berharap gerakan penyelidikan itu terus dilakukan paling tidak nya shock-terapi sebagai pesan dini agar tidak semena-mena.
Dan bukan rahasia umum juga Disdik Bengkalis menjadi satu diantara yang diduga sebagai sumber kepentingan politis. Pemangku jabatan di dinas tersebut memiliki hubungan erat dengan salah satu Paslon yang maju saat ini.
"Disini kita coba mengingatkan karena kepentingan ini jauh sebelumnya sudah menjadi konsumsi publik," tambah lagi.
Bahkan hampir rata-rata kegiatan barang dan jasa yang ada disana hanya di dominasi oleh rekanan tertentu saja.
"Artinya, dugaan kita menjadi semakin tajam bahwa ada kepentingan yang tersentral disana," pungkas Suhaimi.***[Ril / Rk]

COMMENTS