Medan,Radarkriminal.com Masalah sampah dan limbah di dalam Sungai Bedera sudah terlalu lama kondisi nya semakin parah dan menyiksa para nela...
Medan,Radarkriminal.com
Masalah sampah dan limbah di dalam Sungai Bedera sudah terlalu lama kondisi nya semakin parah dan menyiksa para nelayan tradisional di dua (2) kelurahan, Kecamatan Medan Marelan. hal ini menyebabkan masyarakat nelayan mendatangi kantor camat meminta penyelesaian hal tersebut, Kamis (14/8/2025).
Jumadi salah satu nelayan menjelaskan, "kami sudah melayangkan surat audensi satu minggu yang lalu, makanya hari ini kami beramai-ramai datangi kantor Camat Medan Marelan membawa sepuluh (10) goni sampah dari sungai bedera ke kantor camat sebagai bukti kecil permasalahan yang kami hadapi," Ucap Jumadi.
Kedatangan para nelayan dan masyarakat ke kantor camat Medan Marelan di sambut oleh kasi rantip, "Hari ini kami datang ke kantor camat di sambut kasi rantip yang mengatakan surat kami tidak ada, lalu di cek ke bagian penerimaan surat ternyata surat itu tidak di teruskan ke meja pak camat kata kasi rantip. akhirnya kami di beri penjelasan akan kami agendakan ulang cetus kasi rantip, kepada kami". ucap Jumadi.
hal ini membuat puluhan nelayan kecewa dan akhirnya akan melakukan aksi penutupan alur sungai, apabila tidak ada tindakkan kecamatan yang serius untuk menyelesaikan permasalahan sampah dan limbah ucap serentak nelayan yang hadir di kantor camat.
Terpisah Ketua DPC HNSI Kota Medan Rahman Gafiqi, S.H mengatakan, "Masalah sampah dan limbah dalam sungai bedera itu, memang sudah menjadi permasalahan yang sangat signifikan bagi para nelayan khususnya kelurahan terjun dan kelurahan paya pasir. Limbah dan sampah yang hampir memenuhi sungai bedera ini telah puluhan tahun tidak terselesaikan, jadi dengan datangnya masyarakat nelayan tadi ke kantor camat dengan membawa bukti sampah dalam puluhan goni itu menunjukkan bahwasanya masyarakat nelayan tradisional itu sudah hampir mati, khususnya nelayan yang pencari udang, kepiting, dan ikan yang ada disungai dan muara sungai bedera," Ujar Rahman Gafiqi.
Lanjut nya lagi, "Kita berharap kepada pemerintah khususnya kecamatan janganlah memandang sepele surat yang dilayangkan kepada nelayan sampai surat itu pula seminggu tidak diterima, harapan kami hari ini DPC HNSI Kota medan meminta kepada bapak camat dan bapak walikota untuk merespon dan melakukan tindakan pasti terhadap penyelesaian sampah dan limbah di sungai bedera, karna sungai bedera adalah sumber kehidupan dan penghidupan bagi para nelayan khususnya di dua kelurahan yang ada di kecamatan medan marelan," Tegas Ketua DPC HNSI Kota Medan Rahman Gafiqi, S.H.
(JMD)


COMMENTS