CIAMIS, RK Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Jawa Barat menggelar forum diskusi lintas sektor terkait pencegahan dan penanggulanga...
CIAMIS, RK
Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Jawa Barat menggelar forum diskusi lintas sektor terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria (ATM) di Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini berlangsung di Aula UPTD Puskesmas Cisaga pada Kamis (25/9/2025).
Forum tersebut melibatkan perwakilan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas P2KBP3A, Dinas PRKPLH, Dinas Tenaga Kerja, serta RSUD Ciamis. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti bahwa upaya menekan angka kasus ATM tidak hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Rizali Sofyan, dalam paparannya menyampaikan tren kasus TB di Kabupaten Ciamis tahun 2025 tercatat sebanyak 2.276 kasus, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 3.477 kasus. Meski demikian, ia menyoroti masih rendahnya penemuan kasus di lapangan akibat minimnya pengetahuan masyarakat, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta masih kuatnya stigma dan diskriminasi terhadap penderita.
“Hal ini berdampak pada rendahnya tingkat kesembuhan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Karena itu, penanggulangan TB tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga harus mencakup aspek sosial-ekonomi, perbaikan gizi keluarga, penerapan pola hidup bersih dan sehat, hingga pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Strategi penanggulangan, lanjutnya, dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dengan komunikasi yang tepat, penguatan layanan kesehatan, peningkatan kompetensi SDM, serta edukasi publik untuk menghapus stigma dan diskriminasi. Upaya penemuan kasus, baik secara aktif maupun pasif, juga terus diperluas agar penderita segera mendapat pengobatan hingga tuntas. Adapun sepanjang tahun 2025, tercatat 73 kasus TB-HIV di Ciamis, sementara kasus AIDS tercatat nihil.
Sementara itu, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Ciamis, Rd. Inge Anggiasari, menegaskan bahwa isu kesehatan menjadi salah satu fokus strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Ciamis 2025–2029. Penyakit ATM termasuk dalam prioritas kebijakan perencanaan dan penganggaran daerah, salah satunya diwujudkan melalui inovasi program “Silacak Galuh Toss TB” sebagai strategi pelacakan dan penanggulangan TB.
Dukungan juga datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis. Kepala DPMD, Asep Khalid Fajari, menyampaikan bahwa Dana Desa (DD) dapat diarahkan untuk mendukung program kesehatan di tingkat desa, baik melalui promosi kesehatan, penguatan layanan dasar, maupun dukungan komplementer bagi pasien dan penyintas TBC.
Melalui forum lintas sektor ini, diharapkan kolaborasi antarinstansi dapat mempercepat tercapainya target eliminasi AIDS, TB, dan Malaria, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Ciamis secara menyeluruh.Pungkasnya.
Editor (Yan.P).

COMMENTS