Pemerintah terdiam APH Aparat Penegak Hukum bungkam SPBU telah melanggar aturan barcode mafia merajalela

Belitung, radarkriminal.com  04 Oktober 2025 informasi langsung supir pt pos indonesia datang ke pom jalan baru., nak ngajukan komplain masa...



Belitung, radarkriminal.com 

04 Oktober 2025 informasi langsung supir pt pos indonesia datang ke pom jalan baru., nak ngajukan komplain masalah barcode mobil pt pos indonesia yg di kendarai oleh supir tersebut.. menurut sopir tersebut., mereka jarang ngisi bbm pakai barcode., tetapi, barcodenya di pakai terus.. sehingga, sewaktu mereka mau ngisi bbm pakai barcode., ga bisa lagi., dengan alasan barcodenya udah terpakai/ada yg ngisi bbm menggunakan barcode milik mereka


pembiaran dari Oknum SPBU 22 September 2025 Aroma permainan kotor dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) kian menyengat di Kabupaten Belitung. Salah satu SPBU yang berlokasi di Jalan Baru, diduga kuat telah menjadi markas para mafia minyak yang secara terang-terangan menjalankan aksi pengerukan BBM bersubsidi.


SPBU yang dikelola oleh seseorang berinisial E alias Eko itu kini tak ubahnya seperti pelabuhan tikus. Setiap hari, antrean panjang kendaraan bermotor, terutama sepeda motor dengan tangki modifikasi, terlihat memenuhi area pengisian. Mereka bukan antrean biasa, melainkan barisan para pengerit yang siap menguras jatah BBM rakyat demi keuntungan pribadi.


Yang lebih memuakkan, para pengerit ini datang silih berganti tanpa rasa takut. Mereka beraksi seperti tak tersentuh hukum, seolah sudah ada 'restu' dari pihak pengelola. Beberapa warga yang mencoba mengisi BBM secara normal harus gigit jari karena tertutup oleh dominasi para pelaku ilegal ini.


“Saya sudah antre hampir satu jam, tapi motor-motor modifikasi itu bolak-balik isi terus. Mereka seperti punya jalur khusus, sedangkan kami disuruh tunggu,” ujar seorang warga yang geram namun meminta identitasnya dirahasiakan


Ade, salah satu sumber, merasa tidak adil karena pengirit sudah melakukan pengisian berulang-ulang tanpa menggunakan kartu (barkot). “Padahal itu bukan untuk pengirit, tapi dicampur antara pengirit dan umum. Kalau tidak menggunakan barkot, itu salah. Masa satu motor bisa menghasilkan minyak mencapai 1 ton? 1 motor sampai 400-500 liter, itu tidak masuk akal. Itu jelas menyalahgunakan BBM bersubsidi,” 


Sumber lain juga menyampaikan hal senada, menyatakan bahwa permasalahan yang terjadi di SPBU tersebut disebabkan oleh tidak adanya penggunaan barkot. “Paya ngisik situk, rajin ramai kite disamekan dengan pengirit,” terang sumber dengan menggunakan bahasa Kampong Sumber tersebut juga menjelaskan bahwa jika pengisian di SPBU tersebut menggunakan barkot, tidak mungkin mereka menggunakan tangki besar.


Modus operandinya sangat rapi namun memalukan: motor dengan tangki siluman, petugas SPBU yang seolah tutup mata, dan pengawasan yang nihil dari pihak Pertamina maupun aparat. Diduga kuat, praktik ini telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan melibatkan banyak pihak.


BBM bersubsidi, yang sejatinya diberikan untuk membantu masyarakat kecil, justru dirampok secara sistematis oleh para oknum serakah. Tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mempermainkan hak rakyat kecil yang sangat membutuhkan BBM untuk aktivitas harian.


Mirisnya, keuntungan dari praktik haram ini sangat besar. Satu kali pengisian bisa menghasilkan puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Bayangkan jika dilakukan puluhan kali dalam sehari. Tak heran, SPBU tersebut seakan menjadi tambang emas bagi mereka yang bermain di zona abu-abu.


Tak sedikit warga yang menduga, praktik mafia ini dilindungi oleh jaringan kuat. “Kalau nggak ada backing-an, mana mungkin bisa bebas seperti itu?” kata salah satu narasumber dari lingkungan sekitar SPBU.


Desakan kepada Pertamina dan aparat penegak hukum pun semakin keras. Masyarakat meminta agar pengelola SPBU diperiksa dan pelaku pengerit ditindak tegas. Jangan sampai BBM bersubsidi yang harusnya menyelamatkan rakyat kecil malah jadi komoditas liar di tangan para penjahat ekonomi.


di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang menetapkan kerangka hukum untuk bisnis hilir migas. Undang-undang ini mengatur larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi, dengan sanksi pidana penjara paling lama enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 55 UU Migas. Selain itu, terdapat juga peraturan turunan seperti Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2021 yang mengatur ketentuan penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM. 

Dasar Hukum Utama

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas): UU ini menjadi dasar hukum utama yang mengatur seluruh kegiatan usaha di sektor migas, termasuk BBM. 

Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2021: Peraturan ini merupakan turunan dari UU Migas dan mengatur lebih detail mengenai mekanisme penyediaan, pendistribusian, serta harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Pengaturan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi 

Larangan Penyalahgunaan: Pasal 55 UU Migas melarang siapa pun menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi. 

Sanksi Hukum: Pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar, seperti yang tertulis dalam UU Migas. 

Contoh Penyalahgunaan: Penyalahgunaan ini mencakup penggunaan BBM bersubsidi oleh industri atau masyarakat yang mampu, termasuk kendaraan mewah yang tidak berhak, sebagaimana sering ditemukan. 

Peran Lembaga Terkait

Kemenko Maritim dan Investasi: Melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), lembaga ini menyediakan akses terhadap peraturan perundang-undangan, termasuk Perpres tentang BBM. 

Ditjen Migas: Lembaga ini bertugas mengawasi dan menindak tegas penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk melindungi keuangan negara. 


Pemerintah harus membuka mata. Apa yang terjadi di Belitung hanyalah potret kecil dari bobroknya pengawasan distribusi BBM di Indonesia. Jika dibiarkan, ini bukan lagi masalah teknis, tapi pengkhianatan terhadap keadilan sosial.


Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola SPBU dan aparat terkait masih belum mendapatkan tanggapan resmi. Namun masyarakat menegaskan: jika aparat tak berani bertindak, maka jangan salahkan jika kepercayaan publik terhadap institusi terus runtuh. 

( Lendra Gunawan selebewwwwwww)

COMMENTS



Nama

a,1,abu dhabi,1,aceh,26,Aceh Barat,2,Aceh Tenggara,1,aceh timur,152,aceh utara,3,Adventorial,7,aek nabara,2,aimas,2,Ambarawa,2,amsterdam,1,Angkola Timur,1,anta beranta,1,artikel,3,Asahan,16,badau,3,badung,5,bagansiapiapi,3,balai jaya,1,bali,26,balige,1,banda aceh,6,bandar lampung,18,Bandung,78,bandung barat,5,banggai,1,bangka,135,bangka barat,74,bangka belitung,40,bangka selatan,17,bangka tengah,7,bangkalan,6,banjarmasin,1,banten,83,Banyuasin,2,banyumas,1,banyuwangi,145,barito selatan,3,barito utara,3,Bat,2,batam,7,batang,48,batang kuis,1,batu,1,batu bara,29,bekasi,48,belawan,29,belitung,609,belitung timur,28,beltim,69,bengkalis,4,bengkayang,22,Bengkulu,2,berau,4,bilah barat,1,Bilah Hulu,2,binjai,8,bintan,1,bintang meriah,1,bireuen,1,blitar,2,bogor,18,bojonegoro,3,bolsel,2,Bondowoso,9,boyolali,2,brebes,1,Catatan,1,ciami,3,ciamis,1390,Cianjur,36,Cikampek,1,Cikarang,1,cilacap,3,cilegon,7,cimahi,4,cirebon,11,Covid-19,14,Daerah,2812,Danau Toba,2,deli serdang,105,Demak,2,denpasar,19,Depok,6,DolokSanggul,1,dumai,2,Ekonomi,1,empanang,1,Empat Lawang,9,entikong,4,garut,5,Gorontalo,4,gresik,2,Gunung Megang,1,gunungsitoli,16,hajoran,3,halmahera,2,Halmahera Barat,16,Halmahera Selatan,4,Halmahera Tengah,9,Halmahera Timur,4,Haltim,1,Hamparan Perak,2,hinai,1,Hukum,2,Humbahas,1,idi rayeuk,1,Iklan,2,IKN,1,indonesia,1,indramayu,4,Internasional,1,jakarta,734,jakarta barat,12,jakarta selatan,2,jakarta timur,1,jakarta utara,1,jatim,3,jatinangor,1,Jawa Barat,14,Jawa Tengah,3,Jawa Timur,5,Jawabarat,5,jayapura,8,jember,10,Jepara,6,jombang,5,kab. bandung,7,Kab. Tasikmalaya,47,kab.bekasi,3,kab.berau,5,Kab.Bogor,1,Kab.Karo,10,Kab.Tasikmalaya,8,Kalbar,37,Kalimantan Barat,10,kalimantan timur,2,kalsel,1,Kalteng,2,Kaltim,5,Kampar,3,Kapuas Hulu,12,karawang,5,Karimun,95,Kasus,1,kayong utara,14,kediri,2,keerom,2,Kendalbulur,1,kendari,1,Kepri,10,ketapang,51,kisam ilir,1,klaten,39,kolaka timur,1,kota agung,8,Kota Maba,2,Kota Pinang,2,kotim,4,KPK,1,Kriminal,661,kuala behe,1,kuala pembuang,1,Kuala Tanjung,4,kuansing,1,kuantan singingi,1,kubu raya,445,kundur barat,1,kuningan,11,l Kuningan,1,Labubanbatu,64,Labubanbatu selatan,15,labuhan,1,labuhan deli,19,labuhanbatu,1563,Labuhanbatu Raya,2,labuhanbatu selatan,112,Labuhanbatu Utara,14,labura,35,labusel,29,lahat,2,Lahubanbatu,1,Lalilef,1,lamongan,3,Lampung,65,Lampung Barat,2,lampung selatan,5,Lampung tengah,15,Lampung timur,5,lampung utara,2,landak,45,langkat,229,langsa,3,lebak,17,lembak,1,limboto,1,lingga,49,lombok,1,lombok tengah,3,lombok timur,22,lombok utara,1,London(UK),1,Lubuk Lingga,2,Lubuk Linggau,3,lubuk pakam,1,LubukLinggau,2,lumajang,1,luwuk banggai,3,madiun,1,madura,2,Magelang,10,magetan,1,Majalengka,108,Makassar,2,malang,11,Maluku,3,maluku utara,8,malut,7,mamuju,3,manado,3,mandailing natal,20,Mandalika,1,manggar,5,manokwari,3,mataram,18,Maybrat,1,meda,1,medan,1018,Melawi,57,mempawah,18,menggala kota,1,mengwi,1,menjalin,1,meranti,1,metro,1,minut,1,mojokerto,3,muara dua,14,muara enim,135,mukomuko,3,Muna,1,muntok,1,musi banyuasin,2,musi rawas,3,musi rawas utara,1,nanga pinoh,1,Nasional,1,Negeri Antah Berantah,9,negeri lama,1,New York City,2,Ngabang,1,nganjuk,3,Nias,17,Nias Barat,1,Nias Selatan,6,Nias utara,5,NTB,78,Nusa Dua,3,ogan ilir,4,OKI,4,oku selatan,11,pacitan,87,padalarang,1,padang lawas,6,padang lawas utara,1,padang sidimpuan,5,palangka raya,9,palas,2,palembang,17,pali,3,palopo,1,palu,5,paluta,1,pamekasan,3,Pandeglang,1207,pangandaran,2,pangkal pinang,34,Pangkalan Bun,2,papua,7,papua barat,4,parapat,2,Pargarutan,1,Pariaman,1,Pasuruan,2,pati,4,pekalongan,359,pekanbaru,15,Pemalang,3,Pematang Siantar,10,Pendidikan,3,Peristiwa,3023,pesawaran,72,pesisir barat,2,politik,116,ponorogo,3,Pontianak,549,pontianak utara,1,prabumulih,1,pringsewu,768,probolinggo,8,pulau panggung,2,purwakarta,6,purwokerto,1,Purworejo,1,putussibau,5,Rabat,1,radar kriminal,3,Ragam,2755,raja ampat,4,Rantauprapat,29,Riau,9,rokan hilir,27,rokan hulu,1,rote ndao,1,Samarinda,1,sambas,17,samosir,4,Sampang,44,sanggau,95,sarawak,1,sekadau,16,sekayam,1,Sekayu,1,selayar,1,selong,1,semarang,12,Serang,127,serdang bedagai,2,seruyan,1,siak,1,siantar,12,Sibayak,1,sibolangit,2,Sibolga,5,Siborongborong,1,sidempuan,1,sidoarjo,29,Simalungun,340,singkawang,42,sinjai,1,sintang,66,sipirok,2,situbondo,1,Sofifi,1,solo,1,solok,1,sorong,149,sorong selatan,21,Sosial,14,sragen,1,stabat,40,Suap,1,Subang,10,subulussalam,12,sukabumi,10,sukadana,1,sukajaya,1,Sulawesi Tengah,1,sulsel,5,sulteng,9,sumatera,1,sumbar,1,sumbawa barat,3,sumenep,4,sumsel,7,sumut,23,Sungai Ambawang,2,surabaya,46,surakarta,6,Takalar,3,TalangPadang,1,tambraw,2,tana tidung,1,tana toraja,1,tanah karo,7,tangerang,37,tangerang selatan,7,tanggamus,363,tanjabtim,15,tanjung agung,1,tanjung balai,2,tanjung enim,8,tanjung lalang,1,tanjung morawa,1,Tanjung Pinang,1,tanjungbalai,6,tanjungpandan,10,tapanuli selatan,21,tapanuli tengah,1,tapanuli utara,2,Tapsel,5,tarutung,1,tasikmalaya,263,tebing tinggi,19,Teekini,1,Ter,1,Terkin,7,Terkini,17132,Terkini kediri,1,Terkino,1,Terkinu,2,Terlini,1,ternate,6,tidore,1,Timika,1,toba,4,touna,27,trenggelek,5,tuban,4,tulang bawang,36,tulungagung,134,ujung tanjung,1,Undangan,1,way kanan,7,wonogiri,3,wonosobo,3,yalimo,1,yogyakarta,5,
ltr
item
Radar Kriminal: Pemerintah terdiam APH Aparat Penegak Hukum bungkam SPBU telah melanggar aturan barcode mafia merajalela
Pemerintah terdiam APH Aparat Penegak Hukum bungkam SPBU telah melanggar aturan barcode mafia merajalela
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkPszZVS-c5Te6l9rMreN6QZu6zjOmUzIA4gmM76cOAXd1cDatc0ciGXz7hyO7t3uGhCDMZOLFmgU2gzm7GlfOVZcjczDawg7XGc10Dmj6CaIoca8mN3MsIh7GZzpC1ENFlXyM2vQ5AbO2owIE_0vhY_g-GXfaawoyckTNaph7bZwNhP8PKsd64wtbAGcE/s320/1001709542.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkPszZVS-c5Te6l9rMreN6QZu6zjOmUzIA4gmM76cOAXd1cDatc0ciGXz7hyO7t3uGhCDMZOLFmgU2gzm7GlfOVZcjczDawg7XGc10Dmj6CaIoca8mN3MsIh7GZzpC1ENFlXyM2vQ5AbO2owIE_0vhY_g-GXfaawoyckTNaph7bZwNhP8PKsd64wtbAGcE/s72-c/1001709542.jpg
Radar Kriminal
https://www.radarkriminalnews.com/2025/10/pemerintah-terdiam-aph-aparat-penegak.html
https://www.radarkriminalnews.com/
https://www.radarkriminalnews.com/
https://www.radarkriminalnews.com/2025/10/pemerintah-terdiam-aph-aparat-penegak.html
true
1345356970573142364
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy