Pandeglang, RK Kondisi ruas jalan penghubung Kampung Kalapa Koneng, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis hingga simpang tiga Kampung Cibayoni,...
Pandeglang, RK
Kondisi ruas jalan penghubung Kampung Kalapa Koneng, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis hingga simpang tiga Kampung Cibayoni, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan. Pasalnya, sepanjang kurang lebih 20 kilometer jalur tersebut dilaporkan minim penerangan jalan umum dan tidak dilengkapi garis marka.
Selain itu, di sejumlah titik juga terdapat kondisi tebing jalan yang mengalami longsor dan dinilai belum tertangani secara optimal, sehingga menambah potensi risiko bagi pengguna jalan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari. Selain gelap, jalur yang relatif sepi juga menimbulkan kekhawatiran akan risiko kecelakaan hingga potensi tindak kejahatan.
Ketua DPC Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Arofi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat.
“Kalau malam hari jalur itu sangat gelap, hampir tidak ada penerangan jalan. Ditambah lagi tidak ada marka, sehingga cukup berisiko bagi pengendara, apalagi yang belum mengenal kondisi jalan,” ujarnya saat ditemui di kawasan wisata Ujung Kulon Nirwana, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
“Selain rawan kecelakaan, kondisi jalan yang gelap dan sepi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat, terutama pada malam hari,” tambahnya.
Ia juga menyoroti adanya beberapa titik tebing jalan yang mengalami longsor, yang dinilai perlu mendapatkan penanganan lebih serius.
“Di beberapa titik juga ada tebing yang longsor. Ini tentu harus segera ditangani dengan maksimal, karena bisa membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.
Ahmad menilai, sebagai jalur penghubung antarwilayah, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
“Harapannya tentu ada perhatian dari DPUPR dan Dinas Perhubungan Provinsi Banten, baik dari sisi perbaikan infrastruktur, penanganan longsor, hingga pemasangan lampu penerangan dan marka jalan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau ini segera ditangani, tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama yang setiap hari melintas di jalur tersebut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPUPR maupun Dinas Perhubungan Provinsi Banten terkait kondisi tersebut.
Radarkriminal.com akan terus melakukan penelusuran serta membuka ruang klarifikasi dari pihak terkait guna memastikan kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
(YEN)

COMMENTS