Pandeglang, RK Rangkaian Walimatul Khitan cucu pertama Kepala Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten berlangsung m...
Pandeglang, RK
Rangkaian Walimatul Khitan cucu pertama Kepala Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten berlangsung meriah dan tertib. Tradisi arak-arakan pengantin sunat yang digelar pada Rabu (15/4/2026) sore menjadi magnet perhatian warga, dengan pelaksanaan kegiatan sejak pukul 15.30 hingga 17.30 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari syukuran khitan atas nama Azlan Zaidan Hidayat, putra pertama dari pasangan Brigadir Dadan Hidayat dan Mia Amalia, sekaligus cucu pertama Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya.
Sejak sore hari, warga tampak memadati sejumlah ruas jalan desa untuk menyaksikan arak-arakan yang melintasi kampung. Dalam tradisi tersebut, anak yang akan dikhitan didandani layaknya “pengantin sunat” dengan balutan busana adat, kemudian diarak keliling kampung diiringi kesenian tradisional kuda lumping.
Iringan musik tradisional dan atraksi jaranan yang enerjik menambah semarak suasana. Selain menjadi hiburan, arak-arakan ini juga bertujuan memberikan semangat serta rasa percaya diri kepada anak sebelum menjalani prosesi khitan.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh aparat kepolisian bersama masyarakat. Personel dari Polsek Cigeulis dibantu anggota Polsek Sumur Polres Pandeglang Polda Banten turut mengawal jalannya kegiatan serta mengatur arus lalu lintas guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Salah satu warga Kampung Camara, Desa Banyuasih, Suntama, yang turut menyaksikan sekaligus membantu pengawalan kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan warga.
“Kegiatan seperti ini menjadi momentum kebersamaan. Selain meriah, ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Kami ikut membantu agar acara berjalan tertib dan lancar,” ujarnya.
Ia juga menilai tradisi arak-arakan pengantin sunat perlu terus dilestarikan karena memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keluarga, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat yang sarat nilai kebersamaan.
“Momentum ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan masyarakat,” ujarnya.
Orang tua anak, Brigadir Dadan Hidayat, berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi keluarga.
“Kami memohon doa agar anak kami menjadi pribadi yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Dengan semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan tersebut, tradisi Walimatul Khitan di Desa Banyuasih menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang masih terjaga di tengah masyarakat.
(YEN)

COMMENTS