CIAMIS, RK Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyalah...
CIAMIS, RK
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Gerakan Anti Narkoba, Miras, dan Aksi Donor Darah yang dilaksanakan di Aula Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, disiplin, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika dan pengaruh negatif pergaulan bebas. Workshop tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Ciamis yang terdiri dari unsur anggota Penegak, pembina Pramuka, hingga anggota Giat Satuan Bakti atau GSR.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para peserta tampak serius mengikuti setiap materi yang disampaikan narasumber, terutama terkait ancaman narkoba terhadap masa depan generasi muda. Selain itu, kegiatan juga menjadi ruang edukasi dan penguatan peran Pramuka sebagai organisasi kepanduan yang memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga lingkungan masyarakat.
Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Ciamis, Yayat Ruhyat, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar hingga pelosok daerah, Pramuka dinilai memiliki kekuatan besar untuk membantu pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat pusat. Melalui program tersebut, seluruh jajaran Pramuka di daerah diarahkan untuk ikut aktif dalam gerakan edukasi, sosialisasi, serta pencegahan bahaya narkoba di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
“Kami ingin Gerakan Pramuka di Kabupaten Ciamis mampu menjadi pelopor sekaligus garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pramuka bukan hanya organisasi pendidikan karakter, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar memiliki ketahanan moral dan sosial yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kalangan remaja saat ini menjadi salah satu kelompok yang cukup rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penindakan hukum, tetapi juga pembinaan mental, pendidikan karakter, dan penguatan aktivitas positif.
Melalui kegiatan workshop tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga cara melakukan langkah preventif di lingkungan masing-masing. Para peserta juga diajak memahami pentingnya membangun pergaulan sehat serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.
“Kami berharap para peserta nantinya bisa menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing. Mereka dapat menyampaikan kembali informasi dan edukasi kepada teman-teman sebaya maupun lingkungan sekolah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Kwarcab Ciamis menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis sebagai mitra utama dalam penyampaian materi teknis terkait penanganan dan pencegahan narkoba. Narasumber dari BNN memberikan pemaparan mengenai kondisi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, modus peredaran narkotika, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Selain membahas persoalan narkoba, workshop tersebut juga mengangkat isu bahaya minuman keras dan pentingnya aksi sosial donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di kalangan anggota Pramuka.
Pihak Kwarcab menilai bahwa pembinaan generasi muda harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga pembentukan sikap sosial, kepedulian, serta kemampuan menjaga diri dari berbagai ancaman negatif.
Para pembina Pramuka yang hadir dalam kegiatan tersebut juga diberikan pemahaman mengenai strategi pembinaan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan pergaulan modern. Pembina diharapkan dapat menjadi pendamping sekaligus teladan dalam membangun lingkungan yang sehat dan positif bagi anggota Pramuka.
Sementara itu, anggota GSR yang mengikuti kegiatan diproyeksikan menjadi penggerak di lapangan dalam menyampaikan kampanye hidup sehat dan bebas narkoba. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pembina dan peserta didik di masing-masing gugus depan maupun kwartir ranting.
Kegiatan workshop ini mendapat apresiasi dari peserta yang merasa memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh narkoba dan minuman keras. Para peserta mengaku termotivasi untuk lebih aktif dalam kegiatan positif serta memperkuat solidaritas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis sendiri selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan generasi muda, mulai dari pendidikan karakter, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga aksi kemanusiaan. Melalui workshop ini, Kwarcab Ciamis kembali menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam menjaga masa depan generasi bangsa.
Dengan adanya kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan BNN, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung kalangan remaja. Edukasi yang dilakukan melalui pendekatan organisasi kepanduan dinilai lebih dekat dengan dunia generasi muda sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Kwarcab Ciamis berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. Selain meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian yang menjadi nilai dasar Gerakan Pramuka, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosialnya.
Gerakan anti narkoba yang dibangun melalui pendidikan karakter seperti ini diyakini menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Kwarcab Ciamis pun optimistis bahwa keterlibatan aktif generasi muda akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga masa depan bangsa dari bahaya narkoba.
Editor (Yan.P).


COMMENTS